sumber : brontofinger.blogspot.con
Kraton kartasura berada di Desa Siti
Hinggil,Kelurahan Kartasura, Kec. Kartasura, Kab. Sukoharjo, Solo Jawa Tengah.
Keraton Kartasura didirikan oleh Sunan
Amangkurat II pada tahun 1679 Masehi. Sunan Amangkurat II adalah raja pengganti
Sunan Amangkurat I, Raja Mataram di Keraton Plered yang melarikan diri dan
meninggalkan Tegal ketika terjadi serangan Trunajaya dari Madura pada tahun
1677. Setelah Sunan Amangkurat II menjabat sebagai raja, beliau tidak mau
menempati kraton di Plered karena menurut kepercayaan Jawa, Kerajaan yang sudah
diduduki musuh berarti telah ternoda. Sunan Amangkurat II kemudian
memerintahkan kepada Senopati Urawan untuk membuat Keraton baru di kawasan
Pajang. Perintah ini dituruti dan akhirnya Senopati Urawan dibantu Nerang
Kusuma dan rakyat berhasil mendirikan Keraton di sebelah barat Pajang yakni
Wonokerto. Amangkurat II beserta para pengikutnya lalu menempati Keraton Baru
itu yang diberi nama Kraton Kartasura Hadiningrat.
Gejolak di Kerajaan Mataram ternyata tidak
berhenti di situ saja. Pada tahun 1741 terjadilah pemberontakan Cina yang
berakibat fatal bagi Kartasura. Pemberontakan kali ini dipimpin oleh
RM.Garendhi yang bergelar Sunan Kuning (Sunan Amangkurat III) sewaktu menjadi
raja. Amangkurat III bernasib justru lebih tragis. Beliau hanya memerintah
kurang lebih selama 2 tahun (1703–1705) karena terusir oleh pangeran Puger yang
kemudian menjadi raja dan bergelar Sinuhun Pakubuwana I. Selanjutnya pada masa
pemerintahan Sinuhun Pakubuwana II (1726–1749), Keraton Kartasura dipindahkan
ke Solo tepatnya pada tanggal 17 Februari 1745 Kraton baru di Solo itu diberi
nama Keraton Surakarta Hadiningrat.
Begitu kurang lebih sejarahnya,
lalu adakah fakta unik keraton kartasura?
Tentu ada, berikut beberapa keunikan keraton kartasura :
1. Benteng luar, Baluwarti, diperkirakan mengelilingi lahan seluas 16 hektar.
2. Benteng Sri Manganti yang kini dipenuhi dengan perumahan permanen, kebun dan makam.
3. Sitihinggil, tempat yang ditinggikan di depan alun-alun
Yang menjadikan alasan berdirinya makam pada petilasan Keraton Kartasura saat ini karena menurut kepercayaan Jawa, bila keraton pusat kejayaan dan kebesaran sebuah kerajaan telah dirusak, maka tempat itu sudah tidak boleh didirikan pusat pemerintahan lagi dan harus dijadikan tempat pemakaman.
Salah satu arsitek Keraton Kartasura adalah Pangeran Mangkubumi (kelak bergelar Sultan Hamengkubuwana I ) yang juga menjadi arsitek utama Keraton Yogyakarta.
Pada masa pelariannya di Ponorogo, Sang Raja Kartasura mendapatkan petunjuk gaib atau wangsit bahwa pusaka Kyai Slamet harus ‘direkso’ atau dijaga oleh sepasang ‘kebo bule’ atau kerbau albino jika ingin kerajaan aman dan langgeng.
Dalam acara kirab kebo bule malam satu suro, ada sebagian masyarakat yang memiliki kepercayaan bahwa kotoran kerbau bule ini dapat memberikan berkah. Oleh karena itu kotoran kebo bule yang keluar di sepanjang perjalanan pun hampir selalu ada yang mengambilnya.
Keyword :

0 Response to "fakta unik kraton kartasura"
Post a Comment